Selasa, 13 Januari 2015

Gambaran Konsep Diri Pasien Fraktur di Ruang Rawat Inap Jeumpa Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2011


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang.
Konsep diri didefinisikan sebagai semua pikiran, kenyakinan dan kepercayaan yang membuat seseorang mengetahui tentang dirinya dan mempengaruhi hubungan dengan orang lain. termasuk persepsi individu akan sifat dan kemampuannya, interaksi dengan orang lain dan lingkungan. nilai-nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan objek, tujuan serta keinginannya. Konsep diri memberikan rasa kontinuitas, keutuhan dan konsistensi pada seseorang. Konsep diri yang sehat mempunyai kestabilan yang tinggi dan membangkitkann perasaan positif atau negatif pada diri sendiri (Stuart & Sundeen, 1998).
Menurut Stuart dan Sundeen (1998), komponen konsep diri terdiri dari; citra tubuh, ideal diri, harga diri, penampilan peran dan identitas personal. Citra tubuh adalah kumpulan sikap individu yang disadari terhadap tubuhnya termasuk persepsi masa lalu dan sekarang serta perasaan tentang ukuran, fungsi, penampilan dan potensi yang secara berkesinambungan dimodifikasikan dengan persepsi dan pengalaman yang baru. Ideal diri adalah persepsi individu tentang bagaimana dia seharusnya berperilaku berdasarka standar, aspirasi, tujuan atau nilai personal tertentu. Harga diri adalah penilaian individu tentang nilai interpersonal yang diperoleh dengan menganalisa seberapa baik perilaku yang diharapkan oleh lingkungan sosial berhubungan dengan fungsi individu dengan kelompok sosial. Identitas personal adalah

pengorganisasian prinsip dari kepribadian yang bertanggung jawab terhadap kesatuan, keseimbangan, kosistensi dan komunikasi individu.
Perry dan Potter (2005), mengatakan bahwa kita mulai membentuk konsep d iri saat usia muda. Jika seseorang anak mempunyai masa kanak-kanak yang aman dan stabil, maka konsep diri masa remaja anak tersebut secara mengejutkan akan sangat stabil. Ketidaksesuaian antara aspek tertentu dari kepribadian dan konsep diri dapat menjadi sumber stres atau konflik.
Konsep diri pada pasien dapat terganggu karena fraktur. Fraktur merupakan terputusnya kontuinitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya. Cacat fisik merupakan keadaan tubuh yang kurang atau tidak normal. Stressor fisik yang dapat mencetuskan masalah konsep diri antara lain hilangnya bagian tubuh dan perubahan struktur fungsi tubuh. Perubahan bentuk tubuh dan fungsi tubuh yang sementara menurun akibat operasi fraktur dapat mempengaruhi konsep diri pasien tersebut. (Kasan, 2009).
Fraktur kebanyakan disebabkan oleh trauma dimana terdapat tekanan yang berlebihan pada tulang. Fraktur lebih sering terjadi pada orang laki-laki dari pada orang perempuan dengan perbandingan 3:1. Fraktur disebabkan karena sering berhubungan dengan olah raga, pekerjaan atau luka yang disebabkan oleh kendaraan bermotor. (Smeltzer & Bare, 2002).
Tingginya angka kecelakaan menyebabkan angka kejadian atau insiden fraktur tinggi dan salah satu fraktur yang paling sering terjadi adalah fraktur femur yang termasuk daam kelompok tiga besar kasus fraktur yang disebabkan karena benturan dengan tenaga yang tinggi atau kuat seperti kecelakaan sepeda
motor atau mobil. Insiden fraktur di USA diperkirakan menimpa satu orang pada setiap 10.000 populasi setiap tahunnya (Armis, 2002). Sedangkan di Indonesia dari data yang dikumpulkan oleh Unit Pelaksana Teknis Makmal Terpadu Imunoendokrinologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), pada tahun 2006 dari 1960 kasus kecelakaan lalu lintas, ternyata yang mengalami fraktur 249 kasus atau 14,7% (M. Judha, 2009).
Dari pengamatan awal yang peneliti dapatkan bahwa jumlah pasien fraktur di Ruang Jeumpa dalam setahun dari bulan Mei 2010 sampai dengan April 2011 didapatkan sebanyak 972 pasien, dengan rata-rata perbulan 81 pasien.  
Dari hasil wawancara sementara dengan 10 pasien fraktur diruang jeumpa didapatkan bahwa dari 10 pasien fraktur, 7 orang pasien fraktur mengalami gangguan konsep diri. Dimana pasien fraktur menganggap dirinya tidak berguna lagi, merasa malu dengan kondisinya sekarang.
Berdasarkan fenomena-fenomena diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Gambaran Konsep Diri Pasien Fraktur di Ruang Rawat Inap Jeumpa Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2011”.

B.  Perumusan Masalah.
Berdasarkan latar belakang diatas maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran konsep diri pasien fraktur di Ruang Rawat Inap Jeumpa Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2011.
C.  Tujuan Penelitian.
1.    Tujuan Umum.
Untuk mengetahui gambaran konsep diri pasien fraktur di Ruang Rawat Inap Jeumpa Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2011.
2.    Tujuan Khusus.
a.    Untuk mengetahui gambaran citra tubuh pasien fraktur di Ruang Rawat Inap Jeumpa Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2011.
b.    Untuk mengetahui gambaran ideal diri pasien fraktur di Ruang Rawat Inap Jeumpa Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2011.
c.    Untuk mengetahui gambaran harga diri pasien fraktur di Ruang Rawat Inap Jeumpa Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2011.
d.   Untuk mengetahui gambaran penampilan peran pasien fraktur di Ruang Rawat Inap Jeumpa Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2011.
e.    Untuk mengetahui gambaran identitas personal pasien fraktur di Ruang Rawat Inap Jeumpa Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2011.


D.  Manfaat Penelitian.
1.    Bagi peneliti, menambah pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan penelitian serta dapat dijadikan bekal dalam melakukan penelitian dimasa yang akan datang.
2.    Pemberi pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, sebagai bahan kajian keilmuan dalam asuhan keperawatan pada pasien terutama konsep diri pasien fraktur sebagai masukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.
3.    Institusi Pendidikan Perawatan Poltekkes Pemerintah Aceh, khususnya Program D-IV Keperawatan Medikal Bedah sebagai bahan tinjauan keilmuan di bidang keperawatan Medikal Bedah sehingga dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik dalam merapkan asuhan keperawatan pada pasien fraktur.
4.    Profesi Keperawatan, sebagai bahan kajian dalam menerapkan asuhan keperawatan pada pasien fraktur sehingga meningkatkan peran perawat peneliti di bidang keperawatan.
5.    Bagi peneliti lain sebagai bahan informasi apabila berminat untuk menindak lanjuti hasil penelitian ini dari segi aspek yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar