Selasa, 13 Januari 2015

Skripsi Tentang pengetahuan Keluarga Pasien Tentang Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Di Desa Paya Bujok Tunong Dusun Damai Kecamatan Langsa Barő Pemerintahan Kota Langsa Tahun 2009


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolisme yang termasuk dalam kelompok gula darah yang melebihi batas normal atau hiperglikemia (lebih dari 120 mg/dl atau 120 mg%) (Utami, 2004 diakses pada tanggal 14 juni 2009).
WHO (2005), menjelaskan dari hasil survey yang dilakukan pada tahun 2003 Indonesia masih menduduki rangking ke 5 dibawah Amerika, selanjutnya pada tahun 2005 naik menjadi rangking ke 3 yang menggeser posisi Rusia yang tadinya rangking ke 3 turun menjadi rangking ke 4 pada tahun 2005. Indonesia menduduki rangking ke 3 terbesar di dunia untuk jumlah penderita Diabetes terbesar di dunia (http://indodiabetes.com di akses pada tanggal 10 mei 2009). 
Soegondo (2005), bahwa angka kekerapan diabetes di Indonesia berkisar antara 1,5 s/d 2,3 %, kecuali di Manado yang agak tinggi sebesar 6%. Suatu penelitian terakhir yang dilakukan di Jakarta, kekerapan Diabetes Mellitus di Depok adalah 12,8 %, sedangkan di daerah terpencil di suatu daerah di Jawa Barat angka itu hanya 1,1%.
1
 
Berdasarkan jurnal DIABETES CARE tahun 2004, menjelaskan bahwa penderita diabetes di Indonesia pada tahun 2000 mencapai 8,4 juta orang dan menduduki peringkat ke–4 setelah India, Cina, dan Amerika Serikat. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kalinya pada tahun 2030, yaitu menjadi 21,3 juta orang prevalensi diabetes secara menyeluruh sekitar 6% dari populasi, 90% di antaranya diabetes tipe 2. Jumlah penderita diabetes secara global terus meningkat setiap tahunnya. (Subroto, 2006 diakses pada tanggal 14 juni 2009).
 Soegondo S (2005), menyatakan prevalensi diabetes mellitus di Tanah Toraja didapatkan 0,8%. Di sini jelas ada perbedaan antara daerah terpencil dan perkotaan, menunjukkan bahwa gaya hidup mempengaruhi kejadian diabetes. Tetapi di Jawa Timur itu tidak berbeda yaitu 1,43% di daerah perkotaan dan 1,47% di daerah terpencil. Hal ini mungkin disebabkan tingginya prevalensi Diabetes Mellitus Terkait Malnutrisi (DMTM) di Jawa Timur, sebesar 21,2% dari seluruh diabetes di daerah terpencil. Pada tahun 2001 prevalensi DM di Jakarta menjadi 12,8%.
Dalam buku diabetes atlas 2000 tercantum perkiraan penduduk Indonesia diatas 20 tahun sebesar 125 juta dan dengan asumsi prevalensi diabetes mellitus sebesar 4,6 %, diperkirakan pada tahun 2000 berjumlah 5,6 juta. Berdasarkan pola pertambahan penduduk seperti saat ini, diperkirakan pada tahun 2020 nanti akan ada sejumlah 178 juta penduduk berusia diatas 20 tahun dengan asumsi prevalensi pada tahun 2020 diabetes mellitus sebesar 4,6% akan didapatkan 8,2 juta pasien diabetes (Soegondo,2007).
 Sam (2007), menyatakan Diabetes Mellitus berada di urutan keenam dengan prevalensi sebesar 3,0% dari 10 penyakit utama yang ada di rumah sakit yang menjadi penyebab utama kematian. Dan hasil tersebut menyebutkan dari 42.000 kasus diabetes 3.316 orang diantaranya meninggal dunia. Hal ini menyebutkan bahwa angka kematian akibat penyakit di pasien rawat inap rumah sakit tertinggi disebabkan oleh penyakit Diabetes Mellitus yaitu sebanyak 3.316 kematian dengan CFR 7,9%. Peningkatan prevalensi Diabetes Mellitus didasari oleh pola herediter dan life style yang dimana laki-laki dan perempuan hampir sama hanya berbeda pada umur 70-80 tahun.
Dhania (2009), menyatakan Penyakit tidak menular yang satu ini, bisa disebabkan karena faktor keturunan atau genetik, obesitas atau kegemukan, kurang aktivitas fisik, kurang konsumsi serat, tinggi lemak, merokok, hiperkolesterol dan lain-lain. Prevalensi faktor resiko diabetes mellitus dari tahun 2001 – 2004 yaitu obesitas dari 12,7% menjadi 18,3%, hiperglikemia dari 7,9% menjadi 11,3%, hiperkolesterol dari 6,5% menjadi 12,9%, merokok dari 31,8% menjadi 35% (http://one.indoskripsi.com di akses pada tanggal 20 juni 2009).
Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Kota Langsa pada tahun 2007 bahwa penderita DM menduduki peringkat ke 4 dari 20 penyakit terbanyak rawat inap di Rumah Sakit Kota Langsa. Dan peringkat ke 6 dari 20 penyakit terbanyak rawat jalan di Rumah Sakit Kota Langsa.
Berdasarkan data yang diambil di PUSKESMAS Langsa Barat periode januari sampai desember 2008 berjumlah 777 orang yang terdiagnosa diabetes mellitus. Dan 27 orang yang terdata mulai periode januari sampai dengan mei 2009.
Berdasarkan masalah diatas, maka peneliti merasa tertarik untuk meneliti “Gambaran Pengetahuan Keluarga Pasien Tentang Penatalaksanaan  Diabetes Mellitus Di Desa Paya Bujok Tunong Dusun Damai Kecamatan Langsa Barő Pemerintahan Kota Langsa Tahun 2009”.
B.     Perumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan ini adalah “Bagaimanakah Gambaran pengetahuan Keluarga Pasien Tentang Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Di Desa Paya Bujok Tunong Dusun Damai Kecamatan Langsa Barő Pemerintahan Kota Langsa Tahun 2009”.
C.    Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
            Untuk Mengetahui Gambaran pengetahuan Keluarga Pasien Tentang Penatalaksanaan  Diabetes Mellitus Di Desa Paya Bujok Dusun Damai Tunong Kecamatan Langsa Barő Pemerintahan Kota Langsa Tahun 2009.




2. Tujuan Khusus
a)      Untuk Mengetahui Gambaran pengetahuan Keluarga Pasien Tentang Penatalaksanaan  Diabetes Mellitus Di Tinjau Dari cara keluarga dalam melakukan pemberian suntikan insulin di rumah.
b)      Untuk Mengetahui Gambaran pengetahuan Keluarga Pasien Tentang Penatalaksanaan  Diabetes Mellitus Di Tinjau dari cara keluarga dalam Terapi gizi medis di rumah.
c)      Untuk Mengetahui Gambaran pengetahuan Keluarga Pasien Tentang Penatalaksanaan  Diabetes Mellitus Di Tinjau Dari  cara keluarga dalam melakukan latihan jasmani (olahraga/aktivitas) di rumah.
D.    Manfaat Penelitian
            Adapun manfaat penelitian yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Bagi Peneliti, sebagai bahan masukan peneliti untuk memperdalam ilmu pengetahuan tentang pengetahuan keluarga pasien tentang penatalaksanaan  diabetes mellitus.
2.      Bagi Institusi, agar dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan, sumber bacaan dan sebagai referensi.
3.      Bagi Petugas Kesehatan, sebagai bahan masukan bagi pengambilan kebijakan di bidang kesehatan sehingga dapat diambil langkah-langkah dalam upaya peningkatan kesehatan khususnya tentang pengetahuan keluarga terhadap penatalaksanaan diabetes mellitus.
4.      Bagi Masyarakat, untuk mengembangkan wawasan dari pengetahuan dalam bidang kesehatan khususnya masalah diabetes mellitus.
E.     Ruang Lingkup Penelitian
            Ruang lingkup materi penelitian hanya membahas tentang Gambaran Pengetahuan Keluarga Pasien Tentang Penatalaksanaan  Diabetes Mellitus ditinjau dari cara pemberian insulin, cara mengolah makanan dan cara melakukan latihan jasmani/olahraga dirumah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar