PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolisme yang
termasuk dalam kelompok gula darah yang melebihi batas normal atau
hiperglikemia (lebih dari 120 mg/dl atau 120 mg%) (Utami, 2004 diakses pada
tanggal 14 juni 2009).
WHO (2005), menjelaskan
dari hasil survey yang dilakukan pada tahun 2003 Indonesia masih menduduki
rangking ke 5 dibawah Amerika, selanjutnya pada tahun 2005 naik menjadi
rangking ke 3 yang menggeser posisi Rusia yang tadinya rangking ke 3 turun
menjadi rangking ke 4 pada tahun 2005. Indonesia menduduki rangking ke 3
terbesar di dunia untuk jumlah penderita Diabetes terbesar di dunia (http://indodiabetes.com
di akses pada tanggal 10 mei 2009).
Soegondo (2005), bahwa angka kekerapan
diabetes di Indonesia berkisar antara 1,5 s/d 2,3 %, kecuali di Manado yang
agak tinggi sebesar 6%. Suatu penelitian terakhir yang dilakukan di Jakarta,
kekerapan Diabetes Mellitus di Depok adalah 12,8 %, sedangkan di daerah terpencil
di suatu daerah di Jawa Barat angka itu hanya 1,1%.
|
Soegondo S (2005), menyatakan prevalensi
diabetes mellitus di Tanah Toraja didapatkan 0,8%. Di sini jelas ada perbedaan
antara daerah terpencil dan perkotaan, menunjukkan bahwa gaya hidup
mempengaruhi kejadian diabetes. Tetapi di Jawa Timur itu tidak berbeda yaitu
1,43% di daerah perkotaan dan 1,47% di daerah terpencil. Hal ini mungkin
disebabkan tingginya prevalensi Diabetes Mellitus Terkait Malnutrisi (DMTM) di
Jawa Timur, sebesar 21,2% dari seluruh diabetes di daerah terpencil. Pada tahun
2001 prevalensi DM di Jakarta menjadi 12,8%.
Dalam buku diabetes atlas 2000 tercantum
perkiraan penduduk Indonesia diatas 20 tahun sebesar 125 juta dan dengan asumsi
prevalensi diabetes mellitus sebesar 4,6 %, diperkirakan pada tahun 2000
berjumlah 5,6 juta. Berdasarkan pola pertambahan penduduk seperti saat ini,
diperkirakan pada tahun 2020 nanti akan ada sejumlah 178 juta penduduk berusia
diatas 20 tahun dengan asumsi prevalensi pada tahun 2020 diabetes mellitus
sebesar 4,6% akan didapatkan 8,2 juta pasien diabetes (Soegondo,2007).
Sam (2007), menyatakan Diabetes Mellitus
berada di urutan keenam dengan prevalensi sebesar 3,0% dari 10 penyakit utama
yang ada di rumah sakit yang menjadi penyebab utama kematian. Dan hasil tersebut
menyebutkan dari 42.000 kasus diabetes 3.316 orang diantaranya meninggal dunia.
Hal ini menyebutkan bahwa angka kematian akibat penyakit di pasien rawat inap
rumah sakit tertinggi disebabkan oleh penyakit Diabetes Mellitus yaitu sebanyak
3.316 kematian dengan CFR 7,9%. Peningkatan prevalensi Diabetes Mellitus didasari oleh pola herediter
dan life style yang dimana laki-laki dan perempuan hampir sama hanya berbeda
pada umur 70-80 tahun.
Dhania (2009),
menyatakan Penyakit tidak menular yang satu ini, bisa disebabkan karena faktor
keturunan atau genetik, obesitas atau kegemukan, kurang aktivitas fisik, kurang
konsumsi serat, tinggi lemak, merokok, hiperkolesterol dan lain-lain.
Prevalensi faktor resiko diabetes mellitus dari tahun 2001 – 2004 yaitu obesitas
dari 12,7% menjadi 18,3%, hiperglikemia dari 7,9% menjadi 11,3%,
hiperkolesterol dari 6,5% menjadi 12,9%, merokok dari 31,8% menjadi 35% (http://one.indoskripsi.com di akses pada
tanggal 20 juni 2009).
Berdasarkan
Profil Dinas Kesehatan Kota Langsa pada tahun 2007 bahwa penderita DM menduduki
peringkat ke 4 dari 20 penyakit terbanyak rawat inap di Rumah Sakit Kota
Langsa. Dan peringkat ke 6 dari 20 penyakit terbanyak rawat jalan di Rumah
Sakit Kota Langsa.
Berdasarkan data yang diambil di PUSKESMAS
Langsa Barat periode januari sampai desember 2008 berjumlah 777 orang yang
terdiagnosa diabetes mellitus. Dan 27 orang yang terdata mulai periode januari
sampai dengan mei 2009.
Berdasarkan masalah diatas,
maka peneliti merasa tertarik untuk meneliti “Gambaran Pengetahuan Keluarga
Pasien Tentang Penatalaksanaan Diabetes
Mellitus Di Desa Paya Bujok Tunong Dusun Damai Kecamatan Langsa Barő
Pemerintahan Kota Langsa Tahun 2009”.
B.
Perumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang yang telah dikemukakan diatas yang menjadi rumusan masalah dalam
penulisan ini adalah “Bagaimanakah Gambaran pengetahuan Keluarga Pasien Tentang
Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Di Desa Paya Bujok Tunong Dusun Damai Kecamatan
Langsa Barő Pemerintahan Kota Langsa Tahun 2009”.
C.
Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
2. Tujuan Khusus
a) Untuk Mengetahui Gambaran pengetahuan
Keluarga Pasien Tentang Penatalaksanaan
Diabetes Mellitus Di Tinjau Dari cara keluarga dalam melakukan pemberian
suntikan insulin di rumah.
b) Untuk Mengetahui Gambaran pengetahuan
Keluarga Pasien Tentang Penatalaksanaan
Diabetes Mellitus Di Tinjau dari cara keluarga dalam Terapi gizi medis di
rumah.
c) Untuk Mengetahui Gambaran pengetahuan
Keluarga Pasien Tentang Penatalaksanaan
Diabetes Mellitus Di Tinjau Dari cara
keluarga dalam melakukan latihan jasmani (olahraga/aktivitas) di rumah.
D.
Manfaat Penelitian
Adapun
manfaat penelitian yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah sebagai
berikut :
1. Bagi Peneliti, sebagai bahan masukan
peneliti untuk memperdalam ilmu pengetahuan tentang pengetahuan keluarga pasien
tentang penatalaksanaan diabetes
mellitus.
2. Bagi Institusi, agar dapat menambah
wawasan ilmu pengetahuan, sumber bacaan dan sebagai referensi.
3.
Bagi Petugas Kesehatan, sebagai bahan masukan bagi pengambilan kebijakan di
bidang kesehatan sehingga dapat diambil langkah-langkah dalam upaya peningkatan
kesehatan khususnya tentang pengetahuan keluarga terhadap penatalaksanaan diabetes
mellitus.
4. Bagi Masyarakat, untuk mengembangkan
wawasan dari pengetahuan dalam bidang kesehatan khususnya masalah diabetes
mellitus.
E.
Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup materi penelitian hanya
membahas tentang Gambaran Pengetahuan Keluarga Pasien Tentang
Penatalaksanaan Diabetes Mellitus ditinjau
dari 

cara pemberian insulin, cara mengolah makanan dan cara melakukan latihan
jasmani/olahraga dirumah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar